Verbal bullying bukan hanya pengalaman sesekali, tapi makanan sehari-hari bagi Marshanda. Menjadi public figure sejak kecil membuatnya tidak bisa menghindari verbal bullying. Komentar negatif, ejekan atau bahkan yang hateful sekalipun tidak bisa dihindari olehnya.
Dia mengalami pembullyan verbal saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan kejadian tersebut tidak terjadi dalam jangka waktu yang pendek.
Kisahnya menjadi korban bully tidak membuatnya malu, justru menjadi kunci utama baginya untuk terus melangkah maju. Menurutnya, semua dimulai dari diri sendiri.
"Menurut saya, percaya diri dan open-minded adalah kunci menghadapinya. Demi pribadi yang lebih efektif, sekarang saya mengikuti banyak training untuk pengembangan diri. It helps a lot to discover yourself. Selain itu, kita semua juga harus mulai berhati-hati dalam berbicara. Buat apa sih kita ambil kesempatan untuk menyela atau ngomongin orang lain. Big people talk about ideas, average people talk about things, small people talk about other people. Mana yang kamu pilih? You better keep your mouth in peace and stop verbal bullying!" - ucap Marshanda.





